Info

Prabowo Dorong Riset PLTS hingga Kompor Listrik, Kampus Diminta Percepat Kajian Energi

×

Prabowo Dorong Riset PLTS hingga Kompor Listrik, Kampus Diminta Percepat Kajian Energi

Sebarkan artikel ini

INFO24.ID – Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi serta lembaga riset memperkuat penelitian di bidang energi terbarukan. Fokus yang ditekankan antara lain pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga teknologi kompor listrik sebagai alternatif energi rumah tangga.

Arahan tersebut disampaikan setelah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dipanggil ke Istana Negara pada Kamis (5/3/2026). Dalam pertemuan itu, pemerintah membahas langkah percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Brian menjelaskan, perguruan tinggi diminta berperan aktif melalui riset, kajian ilmiah, serta inovasi teknologi yang dapat mendukung implementasi energi bersih. Salah satu fokusnya adalah pengembangan teknologi solar cell atau PLTS.

Menurutnya, penelitian dari kampus diharapkan mampu mempercepat penggunaan PLTS, terutama sebagai pengganti pembangkit listrik berbasis diesel yang dinilai masih mahal dari sisi biaya operasional.

Selain melibatkan perguruan tinggi, pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Transisi Energi yang dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Satgas ini akan mengoordinasikan langkah percepatan peralihan menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Kemendikti Saintek bersama berbagai universitas akan mendukung program tersebut melalui penelitian, analisis kebijakan, hingga pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan transisi energi nasional.

Tidak hanya PLTS, Presiden juga mendorong percepatan pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Langkah tersebut diharapkan dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak.

Brian menuturkan bahwa tingginya harga BBM saat ini menjadi salah satu alasan pemerintah ingin mempercepat pengembangan energi alternatif. Dengan demikian, ketergantungan pada impor energi dan fluktuasi harga global dapat dikurangi.

Selain sektor transportasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada penggunaan energi di rumah tangga. Presiden meminta para menteri terkait mempercepat implementasi kompor listrik sebagai pengganti kompor berbahan bakar LPG.

Menurut Brian, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap LPG, terutama saat harga komoditas tersebut mengalami kenaikan. Selain itu, langkah ini juga berpotensi menekan beban subsidi energi dari pemerintah.

Kemendikti Saintek, lanjutnya, akan mendukung kebijakan tersebut melalui percepatan berbagai penelitian dan kajian ilmiah yang berkaitan dengan teknologi energi alternatif.

Ia menegaskan peran perguruan tinggi sangat penting dalam menyediakan dasar ilmiah serta inovasi teknologi yang dapat digunakan pemerintah dalam mempercepat transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.