INFO24.ID | Audiensi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan organisasi kepemudaan Ruang Dialektika Nusantara yang berlangsung pada Kamis (9/4/2026) belum menghasilkan keputusan. Pertemuan tersebut masih sebatas penyampaian aspirasi dari masyarakat.
Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar lima peserta itu, sejumlah persoalan disampaikan kepada pihak BBWS Citanduy. Salah satunya terkait dugaan ketidaksesuaian dalam proyek pembangunan jalan di wilayah Cikunten yang dikerjakan pada 2020 oleh PT Tiara Mulya Sejahtera dengan nilai anggaran lebih dari Rp24 miliar.
Selain proyek jalan, kondisi Sungai Cikunten 1 juga menjadi perhatian. Sungai tersebut dinilai kurang terawat sehingga dikhawatirkan berdampak pada lingkungan sekitar dan aktivitas warga.
Perwakilan BBWS Citanduy, Rahmat, mengatakan pihaknya masih menampung berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut.
“Kami masih menerima aspirasi yang disampaikan. Untuk saat ini belum bisa memberikan kesimpulan karena belum dilakukan pengecekan langsung ke lapangan,” ujar Rahmat.
Ia menjelaskan, pihaknya perlu melakukan pendalaman data sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Rahmat menambahkan, pembahasan lanjutan rencananya akan dilakukan di kantor Korwil PU Tasikmalaya guna memperdalam kajian terkait persoalan tersebut.
Selain itu, adanya rotasi pejabat di internal BBWS Citanduy, termasuk pada posisi PJVA, juga menjadi pertimbangan sehingga diperlukan proses verifikasi ulang terhadap data yang ada.
Sementara itu, pihak Ruang Dialektika Nusantara mengaku kecewa karena audiensi tersebut belum menghasilkan langkah konkret. Mereka berharap BBWS Citanduy segera melakukan investigasi langsung ke lapangan.
Mereka juga meminta adanya kejelasan kepada masyarakat terkait proyek pembangunan jalan serta kondisi Sungai Cikunten 1.
Hingga kini, audiensi tersebut masih menjadi tahap awal dalam penyampaian aspirasi. Masyarakat pun menunggu tindak lanjut dari pihak terkait terkait hasil pembahasan tersebut.











