INFO24.ID – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan Ruang Dialektika Nusantara (OKP RDN) DPD Tasikmalaya menggelar aksi mimbar bebas di kawasan Jalan Irigasi Cikunten 1, Tasikmalaya.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan belum rampungnya pembangunan jalan serta minimnya perawatan saluran irigasi di wilayah itu.
Kegiatan berlangsung langsung di area irigasi dengan melibatkan masyarakat sekitar. Massa membentangkan spanduk tuntutan di sepanjang lokasi saluran air sambil menyampaikan aspirasi terkait kondisi proyek yang dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi warga dan petani.
Dalam orasinya, peserta aksi menyoroti pembangunan jalan irigasi yang disebut belum selesai hingga saat ini. Selain itu, kondisi saluran irigasi juga dianggap kurang mendapatkan perhatian dan perawatan sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat sekitar.
Koordinator aksi mengatakan pihaknya sebelumnya telah dua kali melakukan audiensi dengan instansi terkait. Namun, upaya tersebut dinilai belum menghasilkan jawaban maupun solusi yang jelas.
Audiensi pertama dilakukan ke kantor BBWS Citanduy. Akan tetapi, menurut massa aksi, pertemuan tersebut belum memberikan penjelasan konkret mengenai persoalan pembangunan jalan dan pemeliharaan irigasi.
“Kami sudah datang baik-baik ke BBWS Citanduy untuk meminta penjelasan, tetapi sampai hari ini belum ada jawaban yang jelas terkait pembangunan maupun perawatan irigasi ini,” ujar salah seorang peserta aksi saat mimbar bebas berlangsung.
Tidak berhenti di sana, OKP RDN DPD Tasikmalaya kembali melakukan audiensi kedua ke Kantor Korwil PU Tasikmalaya. Namun hasil pertemuan tersebut juga dinilai belum mampu menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan masyarakat.
Dalam aksi itu, massa turut mempertanyakan beberapa dokumen proyek yang dianggap penting untuk diketahui publik. Di antaranya dokumen SOP (Standar Operasional Prosedur) pelaksanaan proyek, RAB (Rencana Anggaran Biaya), hingga KAK (Kerangka Acuan Kerja).
Menurut mereka, keterbukaan dokumen tersebut diperlukan sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan proyek kepada masyarakat.
Suasana mimbar bebas berlangsung di tengah area persawahan dan jalur irigasi. Massa aksi menegaskan gerakan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan masyarakat, khususnya petani yang terdampak langsung oleh kondisi saluran irigasi.
OKP RDN DPD Tasikmalaya menyatakan akan terus mengawal persoalan pembangunan Jalan Irigasi Cikunten 1 sampai ada penjelasan resmi, keterbukaan dokumen proyek, serta langkah nyata terkait penyelesaian pembangunan dan perawatan irigasi di wilayah tersebut.











