Info

RABN Siaga Hadapi Isu “People Power”, Agus Winarno Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Negara

×

RABN Siaga Hadapi Isu “People Power”, Agus Winarno Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Negara

Sebarkan artikel ini
Agus Winarno SH (tengah) Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional

INFO24.ID – Di tengah menguatnya kembali wacana “people power” dalam dinamika politik nasional, sikap tegas ditunjukkan Ketua Umum Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN), Agus Winarno SH. Dengan nada yang tak lagi kompromistis, ia menegaskan komitmennya untuk berdiri di garis terdepan menjaga stabilitas negara dan keutuhan hasil demokrasi yang sah.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus pada Selasa (14/4/2026), menyusul berkembangnya narasi yang dinilai berpotensi memicu instabilitas. Ia menilai, isu “people power” yang digulirkan di luar mekanisme konstitusional bukan sekadar perbedaan pandangan politik, melainkan ancaman serius terhadap legitimasi demokrasi.

“Rakyat sudah menentukan pilihannya. Demokrasi sudah selesai. Tidak ada ruang untuk menggiring opini yang mencoba merusak stabilitas. Ini bukan sekadar sikap politik, ini komitmen menjaga negara,” tegas Agus.

Ia mengungkapkan, RABN saat ini berada dalam kondisi siaga penuh. Seluruh jaringan relawan, khususnya di Pulau Jawa, telah diinstruksikan untuk bersiap bergerak secara cepat namun tetap dalam koridor hukum guna mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Agus, langkah tersebut bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai upaya pencegahan agar potensi konflik tidak berkembang. Ia menekankan bahwa kehadiran relawan harus menjadi penyeimbang dalam situasi yang mulai memanas.

“Kami tidak bergerak untuk membuat kegaduhan. Kami bergerak agar kegaduhan tidak terjadi. Stabilitas nasional adalah harga mati,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menyoroti pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia mengingatkan bahwa hasil pemilu yang telah ditetapkan secara sah harus dihormati oleh semua pihak sebagai bagian dari komitmen terhadap konstitusi.

“Demokrasi tidak berhenti di bilik suara. Setelah hasil ditetapkan, semua pihak wajib menghormatinya, bukan justru menggiring opini yang bisa memecah belah,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai tidak bertanggung jawab. Menurutnya, polarisasi yang dibiarkan berkembang hanya akan melemahkan kekuatan bangsa dari dalam.

“Jangan mau diadu domba oleh narasi yang tidak bertanggung jawab. Kekuatan Indonesia itu ada pada persatuan, bukan pada tekanan jalanan yang menyesatkan,” ucapnya.

Agus turut menegaskan bahwa perjuangan RABN bukanlah untuk kepentingan kekuasaan. Ia menyebut relawan yang dipimpinnya telah berperan sejak awal dalam mengawal proses demokrasi tanpa mengharapkan imbalan jabatan.

“Kami tidak pernah meminta jabatan. Kami tidak berjuang untuk kursi. Kami berjuang untuk memastikan amanah rakyat tidak dikhianati,” tegasnya.

Dengan basis relawan yang tersebar luas, terutama di Pulau Jawa, RABN menyatakan kesiapan menjadi garda depan dalam menjaga stabilitas nasional. Meski demikian, Agus memastikan seluruh langkah yang diambil tetap berada dalam jalur konstitusional.

Menutup pernyataannya, Agus kembali menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah situasi politik yang dinamis. “Segala bentuk narasi yang berpotensi memecah belah harus dihentikan. Kita jaga demokrasi dengan cara yang benar,” pungkasnya.