INFO24.ID – Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya menggelar kegiatan tasyakur bin ni’mah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 dengan mengusung tema “Adaptive, Competent, and Beyond.”
Direktur PT Karsa Abdi Husada, H. Cecep Hendra, MBA, mengatakan bahwa selama hampir tiga dekade berkiprah di bidang pelayanan kesehatan, RSJK tetap memegang teguh prinsip yang diwariskan oleh para pendiri rumah sakit.
Menurutnya, sejak awal berdiri RS Jasa Kartini memiliki komitmen untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Tasikmalaya.
“Keberadaan RS Jasa Kartini harus bisa bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya di Tasikmalaya, sesuai dengan jargon kami ‘hirup, hurip waluya keur balarea’,” ujar Cecep.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut juga tercermin dari kebijakan rumah sakit yang sejak awal tidak pernah meminta deposit atau pembayaran awal kepada pasien yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Kami tidak pernah meminta deposit awal kepada pasien. Prinsipnya, keselamatan dan kesejahteraan pasien adalah hukum tertinggi dalam pelayanan kesehatan,” katanya.
Meski dalam praktiknya tidak sedikit pasien yang belum mampu melunasi biaya pelayanan kesehatan, Cecep mengatakan hal tersebut tidak menyurutkan komitmen RSJK untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Memang faktanya ada pasien yang belum membayar, tetapi alhamdulillah hingga sekarang RS Jasa Kartini masih tetap berdiri dan terus melayani masyarakat,” ujarnya.
Pada peringatan HUT ke-29 ini, RSJK mengusung tema “Adaptive, Competent, and Beyond.”
Cecep menjelaskan, tema tersebut mencerminkan semangat rumah sakit untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya di sektor kesehatan yang sangat dinamis.
“Adaptive berarti kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi, karena perubahan di bidang kesehatan sangat cepat, termasuk dari sisi regulasi pemerintah yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman,” kata dia.
Salah satu contoh perubahan tersebut adalah penerapan digitalisasi layanan kesehatan, termasuk kewajiban integrasi data kesehatan dengan platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan.
Menurut Cecep, RS Jasa Kartini telah berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut dengan menerapkan sistem pelayanan yang hampir sepenuhnya paperless atau tanpa kertas.
“Alhamdulillah di RSJK sistem pelayanan sudah hampir paperless. Semua data diisi melalui komputer sehingga memudahkan pelayanan kepada pasien,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh sistem pelayanan di rumah sakit kini telah terintegrasi secara digital, mulai dari proses pasien masuk rumah sakit, pemeriksaan, pengambilan obat, perawatan, hingga pasien kembali pulang.
Dengan sistem yang terintegrasi tersebut, pihaknya berharap pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.
Cecep berharap di usia ke-29 tahun ini, RS Jasa Kartini dapat terus berkembang sekaligus mempertahankan nilai-nilai pelayanan yang berorientasi pada kemanfaatan bagi masyarakat.











