INFO24.ID – Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) menggelar edukasi pembuatan pestisida nabati bagi petani di Desa Luyubakti, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan alternatif pengendalian hama tikus yang lebih ramah lingkungan sekaligus mudah diterapkan oleh petani.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Gisha Agustya Azzikra, mengatakan program tersebut berangkat dari keluhan petani yang selama ini menghadapi serangan hama yang berdampak pada menurunnya hasil panen.
“Kami mengadakan kegiatan pemanfaatan pestisida nabati sebagai solusi ramah lingkungan dalam pengendalian hama tikus. Langkah ini tak lepas dari persoalan nyata yang dihadapi para petani di Desa Luyubakti,” ujarnya.
Menurut Gisha, sebagian besar warga Desa Luyubakti menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, serangan hama menjadi salah satu persoalan yang harus segera diatasi agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara membuat pestisida nabati dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain lebih ramah terhadap ekosistem, penggunaan pestisida nabati juga dinilai dapat menekan biaya produksi petani.
“Pestisida nabati merupakan alternatif yang lebih aman bagi tanaman dan ekosistem. Selain itu, biayanya lebih ekonomis karena memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan masyarakat,” kata Gisha.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dalam meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan mereka.
Program tersebut mendapat respons positif dari para petani. Salah seorang peserta, Nun, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mengendalikan hama tikus yang selama ini menjadi kendala utama di lahan pertanian.
“Setelah diberi tahu tentang materi ini, jujur sangat membantu kami. Kami mendapatkan pemahaman baru terkait penanganan hama, karena memang kendala utama di daerah sini adalah pengendalian hama tikus,” ujarnya.
Ia berharap edukasi serupa dapat terus berlanjut sehingga petani memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai teknik budidaya yang ramah lingkungan dan mampu meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Harapan kami ke depan, semoga pertanian Indonesia lebih maju, para petani lebih sejahtera, dan hasil tanam kami bisa lebih melimpah,” pungkasnya.











