INFO24.ID – Di tengah derasnya arus mode global, menjaga warisan budaya agar tetap relevan bukanlah perkara mudah.
Namun, hal itu justru menjadi semangat yang terus dipegang Ny. Dyah Fandy Dharmawan. Melalui kreativitasnya, ia menghadirkan wastra Nusantara dalam bentuk yang lebih dekat dengan gaya hidup modern.
Bagi Dyah, kain tradisional tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan identitas budaya yang perlu terus dihidupkan.
Karena itu, ia menghadirkan inovasi berupa strap tas berbahan wastra Nusantara, sebuah aksesori yang memadukan unsur tradisi dengan kebutuhan masyarakat urban masa kini.
Sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 3 Yonif 321 Cabang XI Brigif 13 Koorcab Divif 1 PG Kostrad, Dyah juga dikenal aktif mendorong pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi kreatif. Perannya di organisasi berjalan seiring dengan dedikasinya dalam melestarikan budaya lokal melalui karya.
Produk unggulannya, Strap Wastra Nusantara, dibuat dari perpaduan kain tenun, songket, dan ikat dari berbagai daerah di Indonesia.
Material tersebut kemudian dikombinasikan dengan kulit sapi vegetable tanned premium serta perangkat keras berkualitas tinggi, menghasilkan produk yang tidak hanya estetik, tetapi juga kuat dan fungsional.
Setiap strap tas memiliki karakter unik karena menggunakan kain pilihan yang membawa motif dan filosofi khas dari daerah asalnya.
Mulai dari Tenun Sidan asal Kalimantan, tenun dari Nusa Tenggara Timur, songket Bali, hingga tenun ikat Troso dari Jepara. Hal ini menjadikan setiap produk sebagai karya seni yang dapat dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.
Keunggulan produk ini terletak pada fleksibilitasnya. Strap wastra dapat digunakan dalam berbagai suasana, baik untuk acara formal, kegiatan kedinasan, maupun gaya santai sehari-hari. Kehadirannya memberi sentuhan berbeda pada tas, sekaligus memperkuat identitas pemakainya.
Dedikasi Dyah di bidang kerajinan juga mendapat pengakuan. Ia telah meraih sertifikasi kurasi UMKM tingkat Madya dari Dekranasda Kota Depok.
Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa produk yang dihasilkannya telah memenuhi standar kualitas, kreativitas, dan daya saing di pasar menengah hingga premium.
Tak hanya berkarya, Dyah juga aktif memperkenalkan produknya di berbagai forum. Ia kerap terlibat dalam kegiatan pemerintah daerah, pameran ekonomi kreatif, hingga bazar.
Salah satu momentum penting adalah saat mengikuti bazar di Seskoal pada November 2024, yang menjadi langkah awal memperluas jangkauan Strap Wastra Nusantara.
Karyanya juga pernah menjadi cinderamata istimewa dalam kunjungan kerja Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad pada 7 Mei 2025 di Yonif 321 Galuh Taruna Kostrad.
Momen tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus pengakuan atas kualitas dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produknya.
Bagi Dyah, setiap helai wastra bukan sekadar material, melainkan cerita tentang budaya, identitas, dan kecintaan pada tanah air.
Melalui inovasi yang terus dikembangkan, ia ingin memastikan bahwa warisan Nusantara tetap hidup, dicintai, dan relevan bagi generasi masa kini.
Komitmen itu pula yang sejalan dengan semangat Pameran Persit BISA Vol. II Tahun 2026. Melalui ajang tersebut, Dyah menunjukkan bahwa perempuan mampu menjadi penggerak ekonomi, pelestari budaya, sekaligus agen perubahan.
Dengan kreativitas dan visi yang kuat, wastra Nusantara terus menemukan ruang baru di tengah kehidupan modern.











