INFO24.ID – Daya Mahasiswa Sunda (Damas) Tasikmalaya juga akan mengadakan diskusi khusus yang mengangkat peran musisi dalam pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Diskusi bertajuk “Peran Musisi Tradisi dan Modern dalam Meningkatkan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya” tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 pukul 14.00 hingga 15.00 WIB di Gedung Creative Center (GCC) Kota Tasikmalaya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Seni Sedunia yang digagas oleh Damas Tasikmalaya bersama sejumlah komunitas seni dan pemangku kepentingan di sektor budaya.
Ketua Damas Tasikmalaya Pepi M. Subagya mengatakan diskusi tersebut dirancang sebagai ruang dialog antara pelaku musik tradisional dan modern untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan industri kreatif di Tasikmalaya.
Menurut Pepi, Tasikmalaya memiliki potensi besar di bidang musik, baik dari sisi kekayaan musik tradisional yang sarat nilai budaya maupun perkembangan musik modern yang semakin pesat seiring kemajuan teknologi.
“Musik tradisional memiliki nilai historis sekaligus identitas budaya yang kuat bagi masyarakat Tasikmalaya. Sementara musik modern berkembang cepat mengikuti tren global dan teknologi digital. Keduanya memiliki potensi besar jika dapat disinergikan,” kata Pepi, Selasa (8/4/2026).
Ia menilai sinergi antara dua pendekatan musik tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku seni, sekaligus memperkuat posisi Tasikmalaya dalam ekosistem industri kreatif.
“Melalui diskusi ini kami ingin membuka ruang berbagi pengalaman, strategi, serta peluang yang bisa dimanfaatkan para musisi untuk berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bahas Strategi Industri Musik
Dalam forum diskusi tersebut, para narasumber akan membahas berbagai aspek pengembangan industri musik, mulai dari pelestarian musik tradisional hingga pemanfaatan teknologi digital untuk distribusi karya.
Sejumlah topik yang akan dibahas di antaranya peran musik tradisional dalam menjaga identitas budaya sekaligus potensi ekonominya, perkembangan musik modern dan kontribusinya terhadap ekonomi kreatif, serta strategi kolaborasi antara pelaku musik tradisi dan modern.
Selain itu, diskusi juga akan mengulas pemanfaatan platform digital sebagai sarana promosi dan distribusi karya musik, peluang pasar industri musik, hingga pentingnya membangun jaringan atau networking di kalangan pelaku seni.
Pepi berharap kegiatan tersebut dapat memberikan inspirasi sekaligus wawasan baru bagi para musisi dan pelaku ekonomi kreatif di Tasikmalaya.
“Industri musik saat ini berkembang sangat dinamis. Dengan memanfaatkan teknologi digital dan kolaborasi lintas generasi, para musisi memiliki peluang besar untuk memperluas pasar karya mereka,” katanya.
Dorong Kolaborasi Musisi
Diskusi ini juga menyasar berbagai kalangan peserta, mulai dari musisi tradisional, musisi modern, pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni budaya, hingga mahasiswa dan pelajar yang memiliki ketertarikan di bidang musik.
Melalui kegiatan ini, Damas berharap dapat mendorong lahirnya kolaborasi kreatif antara pelaku seni lintas genre dan generasi.
Selain meningkatkan pemahaman mengenai ekonomi kreatif berbasis musik, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi strategi pengembangan sektor musik di Tasikmalaya serta memperkuat jejaring di antara para pelaku seni.
Pepi menegaskan bahwa musik tidak hanya berperan sebagai media ekspresi budaya, tetapi juga dapat menjadi sektor ekonomi yang potensial jika dikelola secara profesional.
“Musik bisa menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah. Ketika musisi mampu mengelola karya secara kreatif dan profesional, maka dampaknya bukan hanya pada pelestarian budaya, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan pelaku seni,” ujarnya.
Ia berharap rangkaian kegiatan peringatan World Art Day 2026 di Tasikmalaya dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem seni dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.











