Info

RS Jasa Kartini Tasikmalaya Klaim Tak Pernah Menolak Pasien Selama 29 Tahun Berdiri

×

RS Jasa Kartini Tasikmalaya Klaim Tak Pernah Menolak Pasien Selama 29 Tahun Berdiri

Sebarkan artikel ini

INFO24.ID – Rumah Sakit Jasa Kartini (RSJK) Tasikmalaya memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 dengan menggelar kegiatan tasyakur bin ni’mah. Pada perayaan tahun ini, RSJK mengusung tema “Adaptive, Competent, and Beyond.”

Direktur RS Jasa Kartini, dr Riadhi Yulianto, Sp.B., Subsp.Onk(K)., SE., MBA, menegaskan bahwa selama hampir tiga dekade berdiri, RSJK tidak pernah tercatat menolak pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Selama 29 tahun ini tidak ada dalam sejarah RSJK menolak pasien. Sepanjang kami mampu menangani sesuai regulasi, pasti kami terima,” kata Riadhi.

Menurutnya, dalam memberikan pelayanan kesehatan pihak rumah sakit tidak menjadikan faktor keuntungan sebagai pertimbangan utama.

“Kami tidak memikirkan apakah rumah sakit akan rugi atau harus nombok. Yang penting pasien bisa mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” ujarnya.

Riadhi juga menegaskan bahwa sebagai direktur dirinya tidak pernah memberikan instruksi kepada tenaga medis untuk memilih atau memprioritaskan pasien tertentu.

“Saya tidak pernah mengarahkan untuk menerima pasien tertentu saja. Semua kami terima. Faktanya sekitar 90 persen pasien kami adalah peserta BPJS atau masyarakat kelas menengah ke bawah,” katanya.

Selain itu, RS Jasa Kartini juga memiliki layanan khusus untuk menangani penyakit kanker. Menurut Riadhi, layanan tersebut menjadi salah satu kompetensi yang dimiliki RSJK di Kota Tasikmalaya.

“Penanganan kanker itu biayanya tinggi. Tapi apakah itu menguntungkan? Tidak juga. Karena kembali lagi ke visi kami, yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, RSJK tidak hanya fokus pada pelayanan pengobatan, tetapi juga aktif melakukan kegiatan preventif dan promotif di bidang kesehatan.

“Secara logika kalau semua orang sehat mungkin rumah sakit akan sepi. Tapi faktanya tidak begitu. Okupansi kami justru terus meningkat,” katanya.

Menurut Riadhi, bertambahnya jumlah rumah sakit di Kota Tasikmalaya juga tidak membuat RSJK kehilangan pasien. Justru hal itu menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Semakin banyak rumah sakit, itu jadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan agar lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemasaran RS Jasa Kartini Ai Uuh M., Amd.Kep., SH mengatakan pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama RSJK meski dalam praktiknya ada sejumlah dinamika.

Salah satunya adalah kasus pasien BPJS Kesehatan yang status Penerima Bantuan Iuran (PBI)-nya tidak aktif.

“Kami tidak tinggal diam. Kami langsung melakukan koordinasi dengan BPJS Kesehatan serta instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial,” kata Ai Uuh.

Menurutnya, koordinasi tersebut berjalan baik sehingga pasien tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan.

“Selama ini berjalan lancar dan pasien tetap bisa dilayani dengan baik,” pungkasnya.