Info

Longsor TPST Bantargebang, Aktivis Lingkungan Nilai Negara Gagal Kelola Sampah

×

Longsor TPST Bantargebang, Aktivis Lingkungan Nilai Negara Gagal Kelola Sampah

Sebarkan artikel ini

INFO24.ID – Tragedi longsor di Tempat Pemrosesan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, yang menewaskan empat petugas sampah pada Senin (9/3/2026), menuai sorotan dari pegiat lingkungan. Indonesia Green Movement (IGM) menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan serius terhadap sistem pengelolaan sampah di Indonesia.

Pegiat IGM di bidang sampah dan tata ruang, Rin Rin Parina atau yang akrab disapa Rinrin, menyebut insiden tersebut sebagai bentuk kegagalan negara dalam mengelola sampah sekaligus memastikan keselamatan para pekerja di sektor tersebut.

“Tragedi kemanusiaan ini merupakan bukti kegagalan negara dalam pengelolaan sampah dan mitigasi bencana yang seharusnya menjamin keselamatan kerja para petugas,” kata Rinrin dalam keterangannya.

Ia menilai pemerintah seharusnya bisa belajar dari kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Rinrin menyinggung peristiwa longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, yang juga menelan korban jiwa akibat pengelolaan sampah dengan metode open dumping atau penumpukan terbuka.

Menurutnya, praktik open dumping masih banyak digunakan di berbagai tempat pembuangan akhir di Indonesia. Padahal, metode tersebut dilarang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Rinrin menilai, jika pengelolaan sampah dilakukan dengan baik sejak dari sumbernya, potensi terjadinya bencana seperti longsor di kawasan tempat pembuangan sampah dapat diminimalkan.

Ia pun meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah yang dinilai belum ramah lingkungan.

“Dalam kejadian ini pemerintah harus bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sampah yang tidak ramah lingkungan. Jangan sampai sampah rakyat kembali memakan korban akibat kegagalan penyelenggaraan negara dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

IGM juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para petugas dalam insiden tersebut. Selain korban yang telah ditemukan, beberapa orang dilaporkan masih dalam proses pencarian setelah kejadian longsor di kawasan TPST Bantargebang.

“Kami dari Indonesia Green Movement turut berduka cita atas meninggalnya para pekerja. Semoga amal ibadah mereka diterima oleh Allah SWT,” kata Rinrin.