INFO24.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan akan menjalankan kerja sama resmi untuk menindaklanjuti pengembangan bahan bakar ramah lingkungan Bobibos.
Sebelumnya, bahan bakar tersebut diuji coba menggunakan mesin traktor di persawahan Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
Mantan Bupati Purwakarta itu menekankan bahwa pengembangan inovasi tersebut tidak boleh berhenti di tahap eksperimen, tetapi harus masuk produksi dan mendapatkan perlindungan hak intelektual.
“Besok akan ada penandatanganan MOU dengan pihak yang menemukan ide dan gagasan itu. Jadi langsung ditindaklanjuti. Itu kan hak intelektual yang harus dijaga, anak muda harus dihargai,” ujar Dedi saat ditemui usai menghadiri West Java Investment Summit di Hotel Pullman Bandung, Jumat (14/11/2025).
Usai penandatanganan kerja sama, Dedi menyebut bahan bakar ramah lingkungan itu akan mulai diproduksi dalam skala terbatas.
“Minggu depan sudah mulai produksi skala kecil,” katanya.
Ia memastikan bahwa kerja sama tersebut tidak menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tetapi dibiayai langsung dari kocek pribadinya.
“Ini bukan oleh Pemprov Jabar, ya. Oleh pribadi. Saya tidak mau menggunakan uang negara. Kalau saya memakai uang saya atau meminjam ke BJB sebagai modal, kan boleh,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, uji coba bahan bakar ramah lingkungan itu dipantau langsung oleh gubernur pada Selasa (11/11/2025).
Dedi menilai, bahan bakar ramah lingkungan berbahan dasar jerami tersebut dapat mengurangi limbah dan menjadi peluang bagi masyarakat desa untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
“Dua minggu lagi panen. Kalau sudah panen, itu jerami tidak usah dibuang. Kita langsung kerja sama, langsung dibuat jadi bahan bakar,” tuturnya.











