Info

Bertemu Akademisi, Prabowo Dorong Perbanyak Beasiswa dan Fokus STEM

×

Bertemu Akademisi, Prabowo Dorong Perbanyak Beasiswa dan Fokus STEM

Sebarkan artikel ini

INFO24.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui peningkatan jumlah beasiswa, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan sekitar 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima paparan mengenai kondisi pendidikan tinggi nasional. Saat ini, jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, jumlah penerima beasiswa masih dinilai belum ideal.

Prasetyo menyebutkan, hingga saat ini penerima KIP-K baru mencapai sekitar 1,1 juta mahasiswa. Kondisi itu menjadi perhatian serius Presiden Prabowo.

“Salah satunya misalnya KIP yang baru 1,1 juta penerima. Di situlah Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, khususnya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk menghitung ulang dan memformulasikan kembali bagaimana memperbesar jumlah penerima beasiswa,” kata Prasetyo.

Selain KIP-K, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar pada optimalisasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pemerintah didorong agar alokasi LPDP lebih diarahkan pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM.

Menurut Prasetyo, Presiden berharap porsi beasiswa LPDP di bidang STEM dapat ditingkatkan secara signifikan. “Tadi beliau menyampaikan harapannya bisa mencapai di atas 80 persen karena kita perlu mengejar ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga mengajak para rektor, guru besar, serta sivitas akademika perguruan tinggi untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi kemandirian bangsa.

Inovasi tersebut dinilai penting untuk mendukung agenda strategis nasional, seperti swasembada pangan, swasembada energi, dan kemandirian teknologi.

“Beliau juga menyinggung tentang mobil nasional. Itulah arah ke depan yang dikehendaki Presiden untuk menjadi cita-cita bersama sebagai satu bangsa,” tutup Prasetyo.