INFO24.ID – Organisasi Kepemudaan Keluarga Besar TNI (KB TNI) melalui Pemuda Panca Marga (PPM) kembali terlibat aktif dalam penanganan bencana.
Tim Rescue Yudha Putra yang telah dibentuk sejak 2010 diterjunkan untuk membantu evakuasi korban bencana tanah longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Tim Rescue Yudha Putra mulai berada di lokasi bencana sejak Selasa 27 Januari 2026 dan telah bertugas selama tiga hari pascabencana. Kehadiran mereka difokuskan untuk memperkuat upaya pencarian dan evakuasi korban bersama tim SAR gabungan.
Bencana longsor yang menerjang kawasan permukiman di Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda menyebabkan kerusakan pada sekitar 20 hingga 30 rumah warga.
Berdasarkan data sementara per 26–27 Januari 2026, belasan hingga puluhan warga dilaporkan tertimbun material longsor, dengan jumlah korban jiwa terus bertambah seiring proses pencarian.
Di lapangan, Tim Rescue Yudha Putra dipimpin Ketua Pimpinan Cabang (PC) PPM Kabupaten Bogor, Agus Jaya Gunara atau yang akrab disapa Jagur. Ia juga menjabat sebagai Pimpinan Pusat PPM Bidang Kaderisasi.
“Kami akan selalu bersinergi dengan RSI (Relawan Sahabat Indonesia) untuk membuka dapur umum, mendirikan posko hangat, serta mengerahkan anggota dalam pencarian korban jiwa di sektor lokasi bencana yang dibagi dalam beberapa zona, termasuk zona A2 yang merupakan zona utama dengan jumlah korban terbanyak,” ujar Jagur saat ditemui di lokasi bencana.

Selain terlibat langsung dalam pencarian korban, Tim Rescue Yudha Putra juga menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut meliputi kopi, mi instan, minyak goreng, serta berbagai makanan instan lainnya yang berasal dari donasi anggota PPM dari berbagai daerah.
Jagur menjelaskan, dalam pelaksanaan tugasnya, PPM bekerja di bawah arahan Basarnas serta berkoordinasi dengan jajaran TNI.
Tim gabungan PPM Indonesia dan PPM Jawa Barat, termasuk dari Bogor dan Bandung, turut dilibatkan dalam operasi kemanusiaan ini.
“Sebelum menuju lokasi, kami terlebih dahulu mendapatkan arahan dan melakukan koordinasi dengan Basarnas serta Kodim 0609 Cimahi,” kata Jagur.
Sementara itu, berdasarkan laporan Tim Disaster Victim Identification (DVI) hingga Sabtu sore (31/1/2026), sebanyak 53 korban telah teridentifikasi.
Selain itu, 16 kantong jenazah masih dalam proses pemeriksaan. Secara keseluruhan, jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 70 orang.
Dalam kesempatan istirahat di posko bencana, tim PPM dan RSI juga mendapat kunjungan dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii beserta Deputi Basarnas.
Keduanya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi serta kontribusi PPM dan RSI dalam penanganan bencana, khususnya di Cisarua, Bandung Barat.
“Kami mendapat doa dan dukungan langsung agar seluruh relawan senantiasa diberi kesehatan dan pengabdian ini menjadi amal ibadah,” pungkas Jagur.











