INFO24.ID – Pasar ponsel lipat memasuki fase baru. Jika sebelumnya perangkat lipat kerap dianggap sebagai produk eksperimental dengan desain tebal dan penggunaan terbatas, kondisi itu mulai berubah. Huawei Mate X7 yang meluncur secara global pada Desember 2025 menjadi salah satu penanda bahwa teknologi ponsel lipat kini semakin matang dan siap dipakai sebagai perangkat utama.
Huawei Mate X7 hadir dengan desain yang jauh lebih ramping dibanding generasi awal ponsel lipat. Ketebalannya saat dilipat tercatat di bawah 10 mm, membuatnya tidak lagi terasa besar atau berat saat digenggam. Kesan bulky yang selama ini melekat pada ponsel lipat pun perlahan ditinggalkan.
Pendekatan desain tersebut membuat Mate X7 terasa lebih natural layaknya smartphone konvensional. Huawei merancang perangkat ini bukan sekadar sebagai gawai inovatif, tetapi juga sebagai ponsel yang praktis untuk penggunaan harian. Aspek ketahanan turut diperhatikan lewat sertifikasi IP58/IP59, sehingga perangkat ini terlindungi dari debu dan air dalam berbagai kondisi penggunaan.
Dari sisi visual, Mate X7 mengandalkan dua layar LTPO OLED beresolusi tinggi. Layar utama berukuran 8 inci dengan resolusi 2210 x 2416 piksel dan refresh rate 120Hz, mendukung HDR Vivid serta tingkat kecerahan hingga 2500 nits. Saat dilipat, pengguna tetap mendapatkan pengalaman visual optimal melalui layar cover 6,49 inci beresolusi 1080 x 2444 piksel dengan refresh rate serupa dan kecerahan puncak mencapai 3000 nits.
Konsistensi kualitas layar menjadi salah satu nilai jual utama Mate X7. Baik dalam mode terbuka maupun tertutup, tampilan visual tetap tajam dan nyaman, mendukung kebutuhan hiburan hingga produktivitas.
Untuk urusan performa, Huawei membekali Mate X7 dengan chipset Kirin 9030 Pro berbasis fabrikasi 6 nm. Perangkat ini dipadukan dengan RAM hingga 20 GB serta penyimpanan internal yang dapat mencapai 1 TB. Kombinasi tersebut membuat Mate X7 mampu menangani multitasking berat, aplikasi intensif, hingga gaming tanpa hambatan berarti.
Sistem operasi HarmonyOS 6.0 dengan antarmuka EMUI 15 turut menunjang pengalaman penggunaan yang mulus. Efisiensi daya dan dukungan GPU yang mumpuni membuat performa Mate X7 sejajar dengan ponsel flagship non-lipat di kelas premium.
Di sektor kamera, Huawei tetap mempertahankan ciri khasnya. Mate X7 dibekali kamera utama 50 MP dengan aperture variabel f/1.4 hingga f/4.0. Teknologi PDAF dan OIS disematkan untuk menjaga ketajaman dan stabilitas gambar. Hasil foto menonjolkan karakter realistis dan konsisten, terutama untuk penggunaan sehari-hari, meski terdapat perbedaan konfigurasi kamera di beberapa varian.
Sejumlah fitur tambahan juga melengkapi Mate X7, mulai dari material Kunlun Glass 2 pada layar cover untuk perlindungan ekstra, baterai berkapasitas besar dengan dukungan pengisian cepat, hingga mekanisme lipatan yang dirancang lebih ergonomis. Seluruh elemen ini memperkuat posisinya sebagai ponsel lipat yang siap dijadikan daily driver.
Namun demikian, Mate X7 bukan tanpa catatan. Ketiadaan dukungan Google Mobile Services masih menjadi kendala, terutama bagi pengguna di luar China yang terbiasa dengan ekosistem Google. Selain itu, banderol harga premium membuat perangkat ini menyasar segmen pengguna tertentu.
Secara keseluruhan, Huawei Mate X7 menunjukkan bahwa ponsel lipat telah melampaui tahap uji coba. Dengan desain tipis, performa tinggi, kualitas layar unggulan, dan kamera andal, perangkat ini menegaskan bahwa ponsel lipat kini menjadi alternatif nyata di pasar smartphone modern, bukan sekadar inovasi eksperimental.











