INFO24.ID

Baru dan Menghibur

Pilot Sakit Citilink Mendarat Darurat

2 min read

Citilink di Bandara Blimbingsari Banyuwangi Dok : Tim

SURABAYA, KABARNUSANTARA.ID – Sempat panik Pesawat Maskapai Citilink rute Surabaya – Ujung Pandang mendarat darurat di Bandara Juanda, Kamis (21/7/22) pagi tadi. di luar, pesawat baru 15 menit mengudara di langit Surabaya.

Dewa Kadek Rai Direktur Utama PT Citilink Indonesia, mengungkapkan  bahwa pendaratan darurat karena pilot pesawat mengalami darurat kesehatan. Setelah berhasil mendaratkan pesawat, pilot langsung dikirim ke rumah sakit.

“Dari hasil pemeriksaan dokter dari pihak rumah sakit setempat, disampaikan bahwa pilot kami dinyatakan meninggal dunia,” ujar Dewa Kadek Rai dalam keterangan resmi Jakarta (21/7/22).

Pada Pukul 06.00 Penerbangan QG 307 diberangkatkan sesuai jadwal.

Pukul 07.00 setelah kurang lebih 15 menit mengudara, pesawat kembali ke Bandara Juanda.

“Pesawat tersebut telah mendarat kembali pukul 07.00 Wib di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya dengan baik dan selamat,” jelasnya.

Bahkan Dewa juga menegaskan sebelum melakukan penerbangan, Citilink Indonesia telah melakukan prosedur pengecekan kesehatan kepada seluruh kru yang dicatat dan dinyatakan fit atau laik terbang.

Hanya saja, kejadian di luar dugaan sehingga membuat dugaan darurat. Petugas darat bersama seluruh pemangku kepentingan di bandar udara Juanda Surabaya telah mempersiapkan prosedur penanganan darurat kesehatan.

Pilot yang sakit langsung ditangani oleh pihak dokter di rumah sakit terdekat. Hasil pemeriksaan di rumah sakit menyatakan pilot meninggal dunia.

Rencananya, akan diterbangkan langsung pada hari ini dari Surabaya menuju Jakarta. Sehingga jenazah akan disemayamkan di Jakarta sesuai dengan prosedur penanganan yang berlaku.

“Kami Manajemen Citilink mengucapkan turut bela sungkawa sedalam-dalamnya atas kepergian pilot kami, yang selama ini sangat baik dan memiliki dedikasi yang tinggi,” jelasnya.

Dewa menambahkan Citilink mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Maka berusaha selalu berupaya sejak dini dalam mengantisipasi hal-hal yang mungkin akan mengganggu keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami juga meminta maaf yang sebesar besarnya atas yang terjadi,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *