INFO24.ID

Baru dan Menghibur

Hukum Daun Ganja Menurut Para Ulama

4 min read

Legalisasi Ganja untuk medis sedang gencar di bahas belakangan ini (Dok : Google Picture)

HUKUM, INFO24.ID – Baru-baru ini kembali mencuat mengenai legalisasi Ganja yang digunakan untuk medis, bahkan beberapa negara sudah mulai membudidayakan ganja tersebut menjadi tanamah rumahan, kali ini kami akan mencoba mengulas hukum ganja dalam pandangan islam, walaupun ganja bukan menjadi barang baru dalam sejarah Islam.

Jika dilihat dalam berbagai sisi ganja ada dalam beberapa tradisi termasuk dalam tradisi Sunni dan Syiah. Bahkan salah satu studi yang cukup lengkap tentang dinamika ganja di kalangan Syiah sudah termuat dalam artikel Islam dan ganja Legalisasi dan debat agama di Iran.

Disitu dibahas dalam konteks Islam Iran, peranan seorang Imam atau Ayatollah yang memiliki otoritas agama sekaligus politik sangat menentukan regulasi atau ganjaran. Dalam hal ini ganja memang tidak disebutkan dalam Al Quran dan Hadis Nabi yang shahih secara gamblang. Dalam kultur Arab dan kajian fikih, ganja disebut dengan hasyisy (hashish). Dalam bahasan ini Ganja tidak diklasifikasikan dalam jenis dukhan atau rokok, juga tidak terklasifikasi dalam khamar (Arak/Minuman Keras).

Jadi hasyisy tidak disebutkan dalam Al Quran dan hadis. Apakah masuk dalam kategori haram lidzatihi , sebagaimana babi dan anjing di hukumi, ataukah ia haram li dlararihi, yaitu barang ini diharamkan sebab potensi bahayanya, ini belum di bahas secara jelas. Tidak juga ada dalil qath’i tentangnya ini juga bisa masuk ke ranah ijtihadi .

Pendapat yang populer mengenai ganja hanya keluar dari kalangan yang mengharamkan ganja ini, karena ia adalah khamr atau termasuk jenis yang menghilangkan kesadaran. Kesimpulan keharaman ganja ini dihasilkan melalui metode qiyas pada khamar.

Jika melihat urusan khamr dalam fikih ini banyak pertimbangannya, khamar yang populer dalam bahasan ulama klasik adalah khamar yang biasa diminum. Jelas belum diketahui narkoba jenis obat-obatan halusinogen yang memang produknya olahan teknologi farmasi yang lebih mutakhir dan canggih.

Adanya potensi ini yang dapat menyebabkan memabukkan, kalangan yang mengharamkan menggunakan dalil sebagai berikut ini:

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah mengatakan: Setiap yang memabukkan adalah alkohol, dan setiap yang memabukkan dilarang.

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda, “Setiap yang muskir (memabukkan) adalah khamar, dan setiap yang muskir adalah haram. (HR.Muslim)

Yang banyak memabukkan, yang sedikit itu haram

Artinya:

“Sesuatu (minuman) yang banyak dapat memabukkan, maka sedikitnya pun haram” (HR.Abu Dawud, At-Tirmidzi)

Kalangan ulama Hijaz condong pada pendapat di atas. Imam ash-Shan’ani dalam buku Subulus Salam yang mensyarahi kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al Asqalani menyatakan juga keharaman ganja (hasyisy).

Tetapi pendapat ini berbeda di kalangan ahlul Irak seperti pengikut Imam Abu Hanifah mencermati keharaman berdasarkan efeknya. Jika belum menimbulkan sensasi, maka ia belum haram. Hal ini terjadi pada bahasan konsumsi nabidz (perasan anggur).

Kalangan Hanafiyah memiliki istilah “minuman yang mungkin memabukkan” ( al iskar bil quwwah ), serta kondisi mabuk pada takaran minum tertentu ( al iskar bil fi’li ). Ulama Irak – termasuk kalangan Hanafiyah – berpendapat bahwa nabidz menjadi haram karena al iskar bil fi’li , yaitu karena “cara minumnya” yang kelewat batas. Jika minum sedikit dan tidak mabuk, nabidz dipandang tidak haram.

Berbeda dengan pendapat mazhab Syafii, Maliki maupun Hanbali yang berpendapat bahwa zat mungkin memabukkan ( al iskar bil quwwah ), sedikitnya saja sudah diharamkan, karena nabidz adalah bagian dari khamar.

Ali Mustafa Yaqub dalam Kriteria Halal-Haram untuk Obat, Pangan dan Kosmetika Menurut Al Quran dan Hadits , menyitir pendapat Ibnu Taimiyah yang terhitung ketat, bahwa makna khamar adalah seluruh wujud dan sifatnya, seperti sehau sehing di bar – obatan adalah karena ia memabukkan dan najis secara substantif.

Pendapat yang populer di kalangan ulama adalah kata khamar spesifik untuk minuman atau bentuk cair. Zat lainnya karena dan NAPZA adalah khamar menurut definisi wujudnya padat, sehingga ia tidak najis. Tapi NAPZA haram dikonsumsi dan disalahgunakan karena illat-nya adalah iskar atau memabukkan.

Tapi ulama yang lebih kontemporer, seperti Syekh Wahbah Az Zuhaili, menulis dalam buku AL Fiqhul Islami wa Adillatuhu mengenai hasyisy:

Ganja, candu, dan obat bius: Segala sesuatu yang menghilangkan pikiran selain dari minuman cair seperti narkotika, ganja dan candu dilarang, karena bahaya nyata yang terlibat, dan tidak ada bahaya atau bahaya dalam Islam, tetapi tidak ada batasan untuk mereka; Karena ia tidak memiliki kesenangan atau kegembiraan, beberapa zat bermanfaat dari nanas dan narkotika lainnya diperbolehkan untuk pengobatan dan sejenisnya. Karena kesuciannya bukan untuk dia, tapi untuk celakanya

Artinya:

“Ganja, opium, dan bang (Hyoscyamus, sp.): segala yang menghilangkan akal itu haram, meski tidak diminum seperti daun bang, ganja dan opium, karena adanya bahaya yang diketahui, dan dalamiphirak la ada dama boleh ada bahaya dan tidak boleh ada tidak membahayakan dan ia jadi halal jika bang maupun seluruh zat yang memabukkan tadi digunakan sedikit dan ada manfaatnya untuk pengobatan. Karena, keharaman zat tersebut disebabkan karena ain-nya, tapi karena bahayanya . ( Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu , Hal 105 jilid 7. Darul Fikr – Beirut)

Prinsipnya, menurut Syekh Wahbah, hukum ganja dan opium haram sebab potensi bahayanya jika disalahgunakan, namun dalam pengobatan, ya bisa dihalalkan.

Kita dapat memahami dari sini bahwa ganja masih dalam konteks ijtihadi, dan derajat manfaat maupun madlaratnya harus ditelaah dengan hati-hati demi keamanan dan keselamatan penggunanya.

Namun, memang tidak ada unsur mengingat terbatasnya edukasi tentang ganja, namun terciptanya regulasi yang lebih proporsional dan relevan, serta adanya budaya ilmiah yang sehat, kiranya tidak kalah pentingnya.

Video ini mungkin dapat menjadi salah satu referensi :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *