INFO24.ID

Baru dan Menghibur

FPP Garut Resmi di Lantik Bupati Ingatkan Jangan Jadi Gerbong Politik

2 min read

INFO24.ID – Pelaksanaan Pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Forum Pondok Pesatren (FPP) Kabupaten Garut, Jawa Barat berlangsung di lapangan setda Garut oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan, pada Senin pagi (6/06/22) berlangsung khidmat dalam apel pagi.

Bupati Garut Rudy Gunawan dalam apel tersebut menandatangi surat keputusan kepengurusan FPP Kabupaten Garut dihadapan para jajaran pejabat Pemkab Garut.

Ketua FPP Kabupaten Garut, Aceng Nurjaman yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Najaahan, Bayongbong tersebut memberikan apresiasinya atas di keluarkan nya SK tersebut.

Bahkan ia memandang jika pengakuan Pemkab Garut terhadap FPP Kabupaten Garut, merupakan pintu komunikasi, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga – lembaga pondok pesantren di Kabupaten Garut.

Terlebih ada 800 lebih pondok pesantren yang ada dalam FPP serta siap membantu untuk mewujudkan visi dan misi Garut Bertaqwa.

“Lembaga pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan tertua di Indonesia, siap membantu bupati mewujudkan visi misi Garut Bertaqwa Maju dan Sejahtera,” jelasnya.

Aceng juga melihat jika pesantren memiliki posisi yang sangat strategis dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Garut, karena pesantren sampai saat ini tidak pernah berhenti membangun ketaqwaan di masyarakat.

Sedangkan Bupati Garut Rudy Gunawan dalam sambutannya menyebut jika pihaknya ingin menjadikan Forum Pondok Pesantren sebagai mitra strategis dalam mewujudkan visi misi Pemkab Garut tersebut.

Rudy juga berharap FPP Kabupaten Garut bisa menjadi benteng untuk paham radikalisme dan intoleransi yang beredar di lingkungan masyarakat.

“Karena Kabupaten Garut yang mempunyai visi taqwa, ini belum dapat dikatakan implementasinya berjalan dengan baik,”harapnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pengurus FPP Kabupaten Garut untuk tidak membawa lembaga dalam urusan politik. Saat ini pemerintah akan menghadapi situasi Pemilihan Umum (Pemilu), baik Legislatif, Pilpres, dan bahkan Pilkada nanti.

“Saya nitip lembaganya jangan ikut berpolitik, pribadinya boleh mau di partai manapun karena itu adalah hak individu. Tapi Forum Pondok Pesantren jangan terlibat dalam pendukungan calon,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *