INFO24.ID

Tepat Akurasi Inovatif

Pasutri di Empat Lawang Dibacok ODGJ, Pelaku Tewas Ditembak Polisi

2 min read

INFO24.ID – Seseorang yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, Yasmin (48) menyerang pasangan suami istri secara membabi buta di Empat Lawang, Sumatera Selatan. Salah satu korban meninggal dan pelaku meregang nyawa setelah ditembak polisi.

Peristiwa tersebut berawal saat korban Herianto alias Wirto (40) membonceng istrinya untuk berangkat ke kebun dan melintas di rumah pelaku di Desa Kunduran, Kecamatan Ulu Musi, Empat Lawang, Sumatera Selatan, Jumat (4/6/21) pagi.

Tiba-tiba pelaku datang dan langsung membacok korban berkali-kali hingga akhirnya terjatuh dari motor.

Istri korban berusaha menyelamatkan dengan cara memukul pelaku menggunakan kayu, namun sial, serangan pelaku berbalik ke istri korban hingga mengenai tangan kanan.

Puas melukai kedua korban, pelaku masuk ke rumahnya sambil membawa parang yang berlumuran darah, korban Herianto dievakuasi ke puskesmas dan meninggal dunia tak lama dalam perawatan.

Sedangkan istrinya dilarikan ke rumah sakit untuk mengobati luka bacokan di tangan.

Polisi meluncur ke lokasi untuk mengamankan pelaku begitu menerima laporan warga. Massa mengepung rumah pelaku dengan maksud menyulitkannya melarikan diri.

Setelah beberapa kali dilakukan negosiasi, bahkan dilepaskan tiga kali tembakan peringatan, pelaku enggan menyerahkan diri. Justru pelaku mengancam akan membacok siapa pun yang berani masuk ke rumahnya sambil menggenggam parang dan pisau.

Seorang polisi nekat mendobrak pintu yang langsung mendapatkan perlawanan dari pelaku. Beruntung bacokan korban tak mengenai petugas.

Khawatir kembali membahayakan, petugas menembak paha kanan pelaku. Meski terluka, pelaku tetap membacok petugas, beruntung tidak kena. Kemudian, pelaku lari ke belakang rumah dan terjatuh.

Di saat itulah, pelaku dapat diamankan dan langsung dievakuasi ke puskesmas untuk perawatan. Pelaku dinyatakan tewas karena banyak mengeluarkan darah beberapa jam kemudian.

Kapolsek Ulu Musi Iptu Hermansyah mengungkapkan, dari keterangan warga, pelaku mengalami gangguan jiwa dan sering kumat. Petugas memberikan tembakan karena membahayakan saat penangkapan.

“Dugaannya pelaku mengalami gangguan jiwa atau stres. Pelaku tewas karena kehabisan darah setelah pahanya ditembak,” ungkap Hermansyah, Sabtu (5/6).

Dia mengatakan, korban Herianto banyak mengalami luka. Seperti di kepala, dada, tangan, dan ketiak, yang mayoritas akibat sabetan parang pelaku. Sementara istri korban terluka di kanan tangan saat berusaha menyelamatkan suaminya.

“Kami amankan parang sepanjang 80 sentimeter dan pisau milik pelaku. Kasus ini dihentikan karena pelaku sudah tewas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *