Baru dan Menghibur !

Pemilik Sudirman Futsal Centre, Risyad Muharam Quddus Nakhodai AFKab Garut

5 min read

info24.id, Garut – Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKab) Garut menyelenggarakan kongres tahunan sekaligus pemilihan ketua AFKab Garut periode 2020-2024, dihadir Ketua dan Pengurus Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jabar, Ketua dan pengurus AFKab Garut , Ketua PSSI Askab Garut, perwakilan Ketua KONI  Kabupaten Garut, 21 voters, dan tamu udangan lainnya, di Aula “Garuda Hitam” SMKN 1 Garut, Jl. Raya Cimanuk No. 309 A, Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/01/2020).

Pemilik Sudirman Futsal Centre, Risyad Muharam Quddus (30) resmi nakhodai AFKab Garut periode 2020-2024. Dengan visi misi berbasis pembinaan melalui sekolah dan club, dirinya akan merangkul semua pihak, berkomunikasi yang baik, juga akan memastikan terjadinya kompetisi yang terjadwal setiap tahun.

“Saya akan meningkatkan prestasi Futsal di Kabupaten Garut, mulai dari pemula sampai senior serta meningkatkan kualitas SDM, baik orginisasi, pelatih, official, wasit, dan pemain,” janjinya.

Risyad, sebagai pemilik lapangan Futsal Sudirman sejak 2008 mengatakan perkembangan Futsal di Kabupaten Garut sangat signifikan, setiap tahun terus bertambah.

“Bisa dilihat dari club yang mencapai 20 lebih, dan keberadaan ini mengalahkan kabupaten/kota di Jawa Barat,” ucap Risyad, mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Garut terutama infrastruktur sarana prasarana.

Target awal kepemimpinannya, memastikan mendekati lolos Porda yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat di Tasikmalaya. “Minimal bisa masuk semifinal,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Ketua AFKab Garut lama, Drs. H. Dadang Johar Arifin, MM., menuturkan, menjabat sebagai Ketua AFKab Garut mulai dari tahun 2011-2020, terlalu banyak kesibukan dan tanggungjawab mulai dari bidang pendidikan dan bidang olahraga. Agar terurus dirinya akan memfokuskan di salah satu yaitu Persigar.

“Kebetulan ada anak muda yang potensi, pengusaha, punya dedikasi terhadap futsal, figur  yang siap berkorban kemanjuan bidang olahraga. Karena kalau di olahraga, orang ingin menghidupi dirinya dari organisasi sebenarnya tidak akan maju organisasinya, dan apabila ada orang-orang yang ingin berkorban dan punya dedikasi, itulah yang bisa memajukan olahraga,” jelas H. Dadang, yang berharap kepada ketua AFKab Garut terpilih, mudah-mudahan bisa membawa AFKab Garut lebih maju dan lebih baik lagi.

Dia berpesan, ketua terpilih lebih meningkatkan prestasi, karena sejak kepemimpinannya sudah mencetak wasit tingkat nasional, pelatih untuk AFP, dan Garut sudah pernah menjadi juara di tingkat Jawa Barat usia 19, juga pelajarnya tiga kali hetrik runner up tingkat Jawa Barat, dan tiap Porda Futsal selalu lolos.

“Maka disini diharapkan, kalau beberapa tahun kebelakang lolos, kedepan bisa meraih prestasi emas untuk Porda tingkat Jawa Barat,” harapnya.

H. Dadang menjelaskan, selama ini Kabupaten Garut belum memiliki sarana yang layak, berbeda dengan kabupaten lain sudah punya lapangan yang bagus standar Internasional  ukuran 25×40.

“Garut itu sudah punya pemain nasional, maka anak itu harus kembali apabila ada Porda untuk bisa bermain dan memberikan kontribusi untuk daerahnya. Diharapakan Pemerintah Kabupaten Garut segera, serius untuk memiliki sarana olahraga untuk futsal,” pungkasnya.

Sementara Ketua PSSI Askab Garut, Amirudin Latif mengapresiasi terhadap kepengurusan lama, yang telah memberikan gairah untuk futsal di Kabupaten Garut, dan prestasi sudah dibuktikan.

“Itu kerja kepengurusan Pak H. Dadang beserta pengurus lainnya sangat luar biasa, terus terang kalau boleh di bilang sudah mendekati professional. Jadi setiap agenda yang dilakukan itu sesuai dengan apa yang diagendakan oleh AFP semuanya, sejalan, lancar, sesuai regulasi, semuanya berjalan normal,” ucapnya.

Jadi, tambah Amirudin, untuk kepengurusan yang baru diharapkan, otomatis apapun alasannya yang sudah dilakukan oleh pengurus lama sangat luar biasa, beban untuk pengurus yang baru untuk bisa lebih dari Pak H. Dadang barangkali harus seperti itu.

“Mau nggak mau harus berjibaku untuk meningkatkan prestasi futsal di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Terkait sarana lapangan yang selama ini Kabupaten Garut belum memiliki yang standar, dirinya akan melakukan lobi-lobi kepada pemerintah Kabupaten Garut, dan sekarang hasil lobi sudah mulai terrealisasi.

“Mudah-mudahan setiap saat melakukan lobi-lobi, pendekatan. Bagaimana caranya infrastruktur lapangan untuk futsal, sepak bola di Kabupaten Garut bisa ada minimal memenuhi standar nasional. Supaya ada gelaran seperti tuan rumah, tentunya sudah siap semuanya,” ujar Amirudin, jangan sampai pemain-pemain kita sudah bagus, sarana prasana kita masih memble, ya percuma juga. Karena tidak bisa menjadi tuan rumah adalah sebuah kerugian yang sangat besar untuk Kabupaten Garut.

Ditempat terpisah, Ketua AFP Jabar,  Herman S.Pd., memaparkan, perubahan nama organiasi yang dulunya  bernama Badan Futsal Nasional, kemudian menjadi Asosiasi Federasi Futsal Indonesia, yang diketuai oleh Pak Hary Tanoesoedibjo.

“Di Jawa Barat pun, dulu namanya Asosiasi Futsal Daerah (AFD), kemudian mengikuti perubahan di Nasional, jadi Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Jawa Barat,” terangnya.

Herman menjelaskan, AFP Jawa Barat sampai hari ini baru memiliki 54 voters dan club dari kota/kabupaten, salah satunya Kabupaten Garut.

“Alhamdulillah di Garut melalui PSSI Kabupaten Garut sinergis. Ternyata futsalnya, organisasinya berjalan. Hari ini saya datang ke sini untuk mengikuti kongres dan pelantikan, berarti situasinya sehat, dengan masa habisnya. Hari ini muncul ketua baru, sesuai dengan pilihan anggotanya,” ucapnya.

Herman berharapan, untuk Jawa Barat sendiri, dari Kabupaten Garut muncul talenta-talenta pemain untuk masa depan. Tidak pemain saja, pelatih dan pengurus juga.

“Sekarang kan kita tidak membina pemain dan pelatih saja, tapi kita mencetak SDM, termasuk kemarin kita pengukuhan, pelantikan Jawa Barat. Kalau bahasa dulu Bandung sentris atau terdekat, sekarang tidak, malah wilayah perwakilan Priangan ini ada Wakil dari Garut yaitu Kang Heri yang jadi pengurus di AFP Jawa Barat,” terangnya.

Herman menjelaskan, pembinaan merupakan sebuah proses harus sampai ke karakter, baik secara mental bertanding atau secara tekhnis bermainnya.

“Garut salah satu potensi yang masa datang, akan sampai di titik keemasan, seperti di bulan Desember 2019 kemarin, di Jawa Barat mengadakan antar SMK atau antar belajar, Garut termasuk finalis peringkat kedua melawan Cirebon. Cuman ya namanya di final itu, “lain milik lah, lain rezeki nya kalau kata orang Sunda mah,” pungkasnya.

Berikut Susunan Komite Eksekutif AFKab Garut, Ketua : Risyad Muharam Quddus, Wakil : Eggi Rizki, Anggota : Usman, Aas Saeful, Omas Maskawan, Gilang Reza, dan Agus Revan.

Koresponden : Jajang Sukmana
Editor: Wahyudin S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *