Baru dan Menghibur !

Cipayung Plus Garut Menggugat.Lakukan Aksi Damai ke DPRD.”Garut Darurat Korupsi

3 min read

Info24.id, Garut-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi cipayung plus yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia / GMNI,Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia / KAMMI,Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia / PMII+Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah / PMII Garut menggelar demonstrasi di depan kantor bupati dan kantor DPRD Garut, Senin (20/1/20),

Mereka menyoroti berbagai persoalan di Kabupaten Garut, khususnya issu dugaan gratifikasi dan korupsi.

Dalam orasinya kordinator lapangan Imam Nurul hakim mengatakan turunnya kembali ke jalan dan di depan gedung pemimpin Kabupaten Garut untuk menyuarakan berbagai aspirasi tentang, kebokbrokan Pemerintah Kabupaten Garut.

“Kami mengidentifikasi berbagai kerugian keuangan daerah telah terjadi, mangkraknya berbagai proyek kegiatan yang tidak sesuai spesifikasi bangunan, serta ratusan juta anggaran pembentukan road map reformasi birokrasi yang sampai saat ini tak kunjung selesai menguatkan kami untuk berasumsi bahwa garut darurat korupsi dan kami meminta pertanggung jawaban kepada Pemerintah Kabupaten Garut,” tegasnya.

dalam selembaran statement (red-press rilis) yang disebar kepada publik termuat beberapa persoalan yang terindikasi korupsi seperti,

1) kekurangan volume beton pembangunan pasar wanaraja yang berpotensi merugikan uang negara sebesar Rp.282.800.397,21,

2) kekurangan volume pasar samarang yang berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp.421.422.928,42,

3) pembangunan pasar leles yang terbukti dengan adanya kelebihan DED sebesar Rp.46.000.000, dan dari aspek bangunan berpotensi merugikan keuangan negara sebesar Rp.800.000.000

Selain itu, dalam rilis aksi termuat indikasi kegiatan fiktif penyusunan road map reformasi birokrasi pada DPA 2019 sebesar Rp.100.000.000.

Usai melaksanakan orasi di depan kantor bupati, mahasiswa langsung menuju gedung DPRD.

di gedung DPRD, tidak ada seorangpun anggota dewan yang nampak karena bertepatan dengan masa reses. Namun setelah beberapa lama menunggu, nampak hadir perwakilan anggota DPRD Juju Hartati, S.Sos dari fraksi PDIP dan langsung menerima masa aksi tersebut.

Dalam pembukaan audiensi tersebut Juju Hartati Mengatakan “Saya kesini untuk memberikan draft laporan terkait reses, namun saya melihat adik-adik mahasiswa sedang melakukan aksi maka saya langsung meminta kepada pihak setwan untuk menerima dan masuk ke ruangan supaya bisa berdialog dengan adik-adik mahasiswa” jelasnya.

Dalam audiensi tersebut mahasiswa mendesak untuk menghadirkan ketua DPRD Garut, namun sayangnya ketua DPRD Garut tidak bisa menghadiri dikarenakan sedang melaksanakan reses di Kecamatan Samarang.

Audiensi tersebut berlangsung alot karena masa aksi menginginkan hadir unsur pimpinan supaya mempunyai wewenang untuk memutuskan dan memastikan keinginan atau tuntutan masa aksi yaitu melaksanakan hak angket tentang persoalan di Kabupaten Garut.

Juju Hartati menawarkan untuk membuat kesepakatan agar audiensi di jadwal ulang setelah reses selesai mahasiswa pun sepakat untuk menjadwal ulang dengan syarat harus dipastikan unsur pimpinan hadir dan membuat nota kesepakatan di atas materai.

Aksi audiensi tersebut berakhir pukul 11.30 WIB dengan hasil penandatanganan nota kesepakatan yang di tanda tangani oleh Juju Hartati dan kordinator lapangan dengan kesepakatan jadwal ulang pelaksanaan audiensi pada 28 Januari mendatang.

Koresponden: Ajang Pendi

Editor: Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *